Kapas diperoleh dari pohon kapas. Pohon kapas berasal dari bahasa Sansekerta, yang bernama Karpasa. Pohon ini memiliki bentuk pohon yang sedang dan tidak terlalu besar dan banyak terdapat di daerah tropis, salah satunya adalah di Indonesia. Apa yang sering kita kenal dengan istilah kapas pada dasarnya mengacu pada serat halus dari pohon kapas yang menyelubungi dan melindungi bagian biji dari pohon kapas itu sendiri. Serat halus inilah yang kemudian dipanen dan diambil untuk kemudian diolah menjadi berbagai macam keperluan kebutuhan manusia. Berikut adalah cara penanaman tanaman kapas:
Lahan
- Kapas membutuhkan tanah yang rata, dekat sumber air, tidak tergenang air dan mudah untuk diawasi. Jika sudah mempunyai lahan yang sekiranya ideal untuk menanam kapas, maka langkah selanjutnya adalah membersihkan, meratakan, membuat plot, bumbunan serta saluran drainase. Plot yang dibuat untuk tanaman kapas berukuran 3X2 m dengan tinggi sekitar 30 cm. setelah plot tersusun, maka tanah harus digemburkan lagi. Selanjutnya beri pupuk dengan takaran 1 sak per plot serta kapur dolimit sebanyak 2 kg per plot. Balikkan kembali tanah yang sudah dipupuk untuk kemudian membuat jarak tanam untuk kemudian basahi dengan air. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 80X50 cm.
Teknik penanaman
- Proses penanaman kapas memakai system penunggalan dengan kedalam sekitar 3 cm. di sekitar lubang tanam, berikan furadan dan dungisida dengan takaran 20 gr untuk setiap plot serta sp36 dengan takaran 90gr per plot dan KCL sebanyak 60gr per plot sebagai pemupukan dasar. Masukkan 2 hingga 3 buah benih ke dalam lubang tanam.
Pemeliharaan
- Setelah berumur satu minggu, benih kapas akan mulai tumbuh. Jika ditemukan benih yang tidak tumbuh, maka hendaknya dilakukan penyulaman dengan benih baru sebelum berumur 10 hari. Hal tersebut agar nantinya proses pemeliharaan yang dilakukan lebih mudah, teruta ajika tanaman sudah sedikit meninggi.
Jika terdapat banyak tanaman pengganggu atau gulma di sekitar tanaman kapas, dianjurkan untuk melakukan penyiangan secara teratur menggunakan koret atau hanya sekadar mencabutinya.
Pembubunan atau penutupan
- Pembubunan merupakan teknik penutupan akar yang timbul dengan menggunakan tanah. Teknik ini dilakukan agar tanaman memiliki akar yang kuat.
Penjarangan
- Penjarangan dapat dilakukan jika tanaman kapas sudah mencaspai usia 2 minggu. Pada saat melakukan penjarangan, cabut tanaman kapas yang dirasa kurang berkualitas.
Penyiraman
- Penyiraman tanaman kapas dilakukan dengan teratur 2 hingga 3 kali sehari, dari mulai saat masa tanam hingga panen.
Pemupukan
- Pemupukan tanaman kapas dilakukan dengan menggunakan pupuk urea dengan takaran 100 kg per hektar, TSP sebanyak 100 kg per hektar, KCL sebanyak 50 kg per hektar serta pupuk ZA sebanyak 50 kg per hektar. Pemupukan menggunakan urea dilakukan saat tanaman berusia 40 hari.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman
- Hama serta penyakit yang menyerang tanaman kapas umumnya bisa meledak akibat faktor alam. Beberapa jenis hama dikenal sering menyerang tanaman ini, di antaranya belalang, earis vitelli, aphis sp dan emphoasca. Hama – hama tersebut bisa dibasmi dengan menggunakan insektisida seperti Dupol 6cc/liter, buldok 2 cc/liter dan Decis 4 cc/liter.